(Siakin, 19/10/2024), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali menggencarkan Program Percepatan Penurunan Stunting melalui kegiatan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana dan Pencegahan Stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Dr. Luh Gede Sukardiasih menyampaikan “Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mendukung percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan penyebab dari stunting."
Semua pihak memiliki peran penting dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Desa Siakin ini menghadirkan BKKBN Provinsi Bali, BKKBN Kabupaten Bangli, Narasumber dari Kepala Puskesmas Kintamani II, Narasumber dari Penyarikan Madya MDA Kabupaten Bangli, Kepala Desa, Perangkat dan Staf Desa, Tokoh Masyarakat (Bendesa dan Kelian Banjar Adat), Para Kader, serta muda-mudi dari kedua banjar yang ada di Desa Siakin.
Salah satu yang ditempuh oleh BKKBN dalam Program Percepatan Penurunan Stunting adalah dengan melakukan sosialisasi dengan dua narasumber yang membawakan materi tentang “Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Kesehatan Reproduksi” oleh Bapak I Gede Adi Ksamawan, S. Km. dan “Hukum Adat dalam Pernikahan Usia Muda” oleh Penyarikan Madya MDA Kabupaten Bangli Bapak I Nyoman Wandri. Mengapa materi ini menjadi dasar dalam kampanye penurunan stunting dikarenakan pernikahan muda memiliki dampak yang signifikan sebagai salah satu penyebab seorang anak yang lahir akan menjadi stunting.
Stunting merupakan salah satu penyebab terhambatnya upaya untuk mewujudkan SDM unggul. Stunting yang terjadi pada masa anak selain menghambat pertumbuhan, juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan perkembangan motorik, bahkan mempengaruhi kesehatannya ketika masa dewasa.
Dalam arahannya, dr. Luh De mengatakan. “Aspek fisik kalau pendek mungkin tidak masalah karena banyak orang pendek tapi cerdas, itu berarti orang yang pendek belum tentu stunting tetapi orang stunting sudah pasti pendek, jika sudah terganggu kognitifnya generasi emas 2045 akan sulit untuk dicapai.” ujarnya.