Siakin, 20 Februari 2025 – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali (BBB) VII Tahun 2025, Pemerintah Desa Siakin berkolaborasi dengan Banjar Adat Siakin menyelenggarakan berbagai perlombaan bertempat di Jaba Pura Dalem Suci dan Prajapati Desa Siakin. Acara Bulan Bahasa Bali pada tahun ini mengusung tema Jagat Kerthi “Jagra Hita Samasta”, yang bermakna pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kesadaran menuju harmoni semesta raya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara dengan tarian Puspanjali, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia dan sambutan-sambutan. Salah satu sambutan dilakukan oleh MDA Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Penyarikan MDA Kabupaten Bangli (I Nyoman Wandri). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya BBB di tingkat desa, yang selaras dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025. Ia juga mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta, sembari berharap agar kegiatan ini semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Bahasa dan Budaya Bali.
Acara secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh MDA Kabupaten Bangli, didampingi oleh Perbekel Desa Siakin, Camat Kintamani, MDA Kecamatan, serta Babinsa dan Babinkamtibmas. Setelah pembukaan, rangkaian lomba pun dimulai, meliputi:
Lomba Nebelin Aksara Bali tingkat TK
Lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD
Lomba Pidarta Bahasa Bali Tingkat SMP
Lomba Mesatua Bali Tingkat Krama Istri Banjar Adat Siakin
Lomba Mepupuh Sekar Alit Tingkat Umum
Lomba Matembang Lagu Bali
Setelah seluruh perlombaan berlangsung dengan penuh antusiasme, kegiatan ditutup dengan penyerahan souvenir dan pengumuman para pemenang. Momen ini disambut dengan kegembiraan dan kebanggaan dari peserta yang berhasil meraih prestasi. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang, menandai akhir dari sebuah perayaan budaya yang tidak hanya kompetitif tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan pelestarian warisan leluhur.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan Bulan Bahasa Bali dapat terus menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi bahasa, aksara, dan sastra Bali di tengah arus perkembangan zaman.